Select Page

Saat membaca pentingnya sebuah pendidikan dari Hadjar Dewantara

”Berilah (Kemerdekaan) dan kebebasan kepada anak-anak kita; bukan kemerdekaan yang leluasa, namun yang terbatas oleh tuntutan-tuntutan (Kodrat alam) yang hak atau nyata dan menuju kearah (Kebudayaan), yakni keluhuran dan kehalusan hidup manusia, agar kebudayaan tadi dapat menyelamatkan dan membahagiakan hidup dan penghidupan diri dan masyarakat, maka perlulah dipakainya dasar (Kebangsaan), akan tetapi jangan sekali-kali dasar ini melanggar atau bertentangan dengan dasar yang lebih luas, yaitu dasar (Kemanusiaan).” – Dewantara, Ki Hadjar. 1962. Karja I (Pendidikan). Pertjetakan Taman Siswa, Jogjakarta, hal. 36.

Pergerakan AVES untuk memajukan Pendidikan, salah satunya, terinspirasi oleh bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara menempatkan Pendidikan sebagai alat untuk membangun kemanusiaan di Indonesia, yang pada akhirnya turut memerdekaan bangsa. Kesiapan, baik secara budaya, agama dan sosial, yang dimiliki Indonesia saat ini terbukti sangat tidak memadai dalam menghadapi perubahan dunia, terutama teknologi informasi. Pendidikan adalah dasar dari kelestarian budaya dan agama yang membentuk karakter kuat masyarakat Indonesia. Melalui Pendidikan, tidak hanya kerukunan kehidupan bermasyarakat yang dibangun, melainkan juga relasi harmonis manusia dengan alam. AVES berjuang untuk mendukung proses belajar-mengajar melalui video pendek yang telah disesuaikan dengan kebutuhan anak dalam menghadapi dunia di abad 21. Penanaman nilai budaya Indonesia dan nasionalisme dapat menguatkan anak bangsa ditengah pertumbuhan besar teknologi informasi.

“Intisari dari pendidikan (dalam arti yang sesungguhnya) adalah proses memanusiakan manusia (humanisasi), yakni pengangkatan manusia ke taraf insani. Di dalam mendidik ada pembelajaran yang merupakan komunikasi eksistensi manusiawi yang otentik kepada manusia, untuk dimiliki, dilanjutkan dan disempurnakan. Jadi sesungguhnya pendidikan adalah usaha bangsa ini membawa manusia Indonesia keluar dari kebodohan, dengan membuka tabir aktual transenden dari sifat alami manusia (humanis). – Dewantara, Ki Hadjar. (1964). Asas-asas dan Dasar-dasar Tamansiswa, Yogyakarta: Majlis Luhur Taman Siswa, hal. 26.

 

Apa peran video pendek dalam belajar?

Setiap anak memiliki cara belajar yang lebih disukai. Terdapat empat gaya belajar berdasar pada kemampuan anak seperti kemampuan kinestetik, kemampuan visual, kemampuan suara dan kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan membaca dan menulis telah mengisi sebagian besar kegiatan belajar di sekolah. Kemampuan kinestetik dinaungi oleh kegiatan olah raga, pramuka, paskibra maupun kegiatan ekstrakulikuer lain. Lalu bagaimana dengan dua kemampuan lainnya? Video pendek mengakomodir dua gaya belajar yakni, melalui pengelihatan dan pendengaran. Dengan demikian, video pendek dapat mendukung proses belajar agar hasil belajar maksimal. Selain itu, video pendek memiliki keuntungan lain seperti lebih efektif dan efisien, memudahkan pengarsipan (karena berbentuk softcopy) dan bertahan lama, ramah lingkungan, dan mudah digunakan.

 

Mengapa belajar melalui video pendek diperlukan?

AVES berbeda dengan saluran edukatif televisi, maupun video di internet yang kini banyak digunakan sebagai sumber bahan ajar. AVES berinovasi dengan menciptakan video pendek yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar anak yang sangat mudah untuk dijangkau. Olah program televisi yang baik dapat menjadi sumber kredibel untuk membantu Pendidikan anak, disamping sekadar menghibur. Minimnya siaran televisi Indonesia yang menyajikan tayangan edukatif untuk anak menyebabkan orang tua harus membayar lebih untuk program televisi kabel swasta. Oleh sebab itu, tidak semua anak Indonesia dapat mengakses tayangan tersebut. Sebagian besar program televisi kabel swasta dan video diinternet berasal dari luar negeri. Perbedaan baik secara kultural maupun geografis menjadikan penyesuaian program dan konten tayangan tersebut dengan kondisi anak Indonesia memiliki urgensitas tersendiri. AVES hadir untuk memenuhi kebutuhan belajar anak melalui video pendek yang tepat dan proporsional dengan cara menghibur.

 

Gadget sebagai sarana edukasi?

Kemudahan penggunaan gadget membuat benda kecil berteknologi tinggi ini mampu memberikan informasi yang nyaris tak terbatas. Hampir semua orang di wilayah Indonesia yang menjangkau sinyal dan internet memiliki gadget dalam bentuk smartphone ataupun tablet. Gadget juga dapat ditemui sehari-hari dengan mudah karena didukung oleh harga yang relatif terjangkau. Penggunaan gadget saat ini tidak hanya oleh orang dewasa melainkan juga anak-anak, kendati telah ada anjuran minimal usia anak yang diperbolehkan menggunakannya. Resistensi akan timbul dari anak jika ada upaya serta-merta untuk menjauhkan anak dari gadget. Hal ini tentu sulit untuk mengembalikan anak kedalam aktivitas bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya yang sesuai dengan usianya.

AVES hendak mengubah keleluasaan penggunaan gadget oleh anak menjadi sebuah peluang edukasi yang nyata. Hal ini tentu dapat mendorong penggunaan gadget yang lebih bijaksana dan bertanggungjawab. AVES menyakini bahwa edukasi terhadap anak dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemudahan gadget. Gadget sebagai sarana edukasi mampu mengurangi dampak buruk yang ditimbulkannya terhadap anak. Eduakasi melalui gadget dapat mengalihkan anak yang sekadar mencari hiburan menjadi terarah kepada kegiatan belajar yang lebih bermanfaat dan menyenangkan. Disamping itu, video pendek yang akan diciptakan memiliki akesibilitas tinggi sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

 

Peran AVES dalam membangun lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak
Karena bersifat fleksibel, video pendek yang dibuat oleh AVES mudah disesuaikan dengan kebutuhan anak dalam masa tumbuh kembangnya. AVES berkomitmen untuk menayangkan tayangan yang tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga dapat mendorong perkembangan anak kearah yang lebih positif. Daya tangkap terhadap pelajaran di sekolah adalah salah satu tanda tumbuh kembang anak yang baik. Tidak hanya itu, daya cipta melalui permainan dan sosialisasi dengan teman sebaya dan orang dewasa disekitarnya juga dapat menjadi indikator tumbuh kembang anak. Sebagai respon terhadap beragam persoalan yang merugikan anak, AVES tergerak untuk berkontribusi membangun lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. Produk video pendek AVES diciptakan untuk mengispirasi keluarga Indonesia agar mampu memelihara generasi penerus bangsa menjadi manusia yang seutuhnya.

Shandy Donarisma S.Hum